Penulis: Sandra Tri
Sebelumnya, aku selalu merasa menjadi orang paling terpuruk. Aku mengira hidupku jauh lebih sulit dibandingkan orang-orang di sekitarku. Hingga akhirnya, aku memilih untuk berdiam diri, menarik diri dari kehidupan yang terbentang di hadapanku. Hanya doa yang menjadi pelarianku. Berdoa, berdoa, dan berdoa, meminta ada keajaiban yang datang menghampiriku.
Suatu senja, tiba-tiba muncul dorongan dalam diriku untuk mengeksplorasi diri. Aku ingin melakukan hal-hal yang selama ini hanya tersimpan di pikiran, hanya menjadi rencana, hanya menjadi keinginan di relung hati. Atas izin kedua orang tuaku, dan dengan tekad yang cukup kuat, Aku mulai melakukan kembali kegiatan-kegiatan yang pernah kutinggalkan. Hari demi hari, bulan demi bulan, bahkan tahun demi tahun, kulalui dengan usaha dan keberanian baru.
Tanpa terasa, Aku tiba di hari ini. Di titik yang selama ini kunantikan sejak beberapa tahun lalu. “Apapun yang ada di depan nanti, pasti akan jauh lebih baik dari kemarin,” hanya itu yang terpatri dalam pikiranku saat ini.