Penulis: Adelia
Apa jadinya kalau perasaan cinta kepada orang lain, melebihi rasa kasih sayang terhadap keluarga dan diri sendiri? Saya menyesali keputusan saya yang terlalu mencintai dan mempercayai orang lain, kekasih saya, melebihi keluarga saya sendiri. Saya pergi jauh dari keluarga, takut dengan keluarga kekasih saya, dan rela berkorban demi dia. Namun, ternyata saya salah. Dia tidak bertanggung jawab atas kehidupan saya, dan di saat saya terpuruk, dia tidak ada di samping saya.
Halo, saya Adelia, sering dipanggil Adel. Saya menulis pesan ini untuk kalian karena saya tidak ingin kalian menyesal seperti saya, yang telah merasakan hidup yang amat pahit di balik jeruji besi. Jauh dari keluarga dan saudara. Namuni, di tengah kesunyian dan keputusasaan, saya menemukan cahaya harapan dari keluarga dan saudara saya. Mereka yang selalu ada di samping saya, memberi semangat dan dukungan yang sangat luar biasa. Saya sekarang berpikir bahwa orang yang saya anggap tidak bertanggung jawab atas kehidupan saya ternyata merekalah yang ada di saat saya merasa dunia hancur berantakan.
Saya sudah ikhlas menjalani semuanya, berkat waktu dan saudara saya yang terus memberi semangat dan dukungan. Jadi, untuk kalian yang memiliki pasangan dan masih memiliki orang tua, prioritaskan orang tua terlebih dahulu sebelum menyesal seperti saya. Ingatlah bahwa keluarga adalah yang paling peduli dengan kita. Layaknya pelabuhan yang aman untuk berlabuh, tempat kita dapat menemukan cinta dan kasih sayang yang tak terbatas.