Penulis: Weni Aryanti
Senja di ufuk timur menemani ibuku yang terdiam dalam kesunyian. Matanya menatap kosong, teringat akan bayangan masa lalu yang sering menghampirinya. Air mata pun jatuh tanpa bisa ditahan, mengalir membasahi pipinya.
Kenangan tentang anak yang tak pernah dijumpainya selama ini begitu membekas. Rindu yang lama terpendam membuat hatinya berharap, apakah anak itu akan kembali ke tempat yang selalu diimpikannya? Semua kenangan dan keikhlasan memenuhi ruang hatinya, menyelimuti kesedihan yang dalam.
Akhirnya, kesempatan itu datang. Anak yang telah lama hilang kembali pulang ke pelukan ibunya. Kasih sayang seorang ibu memanggil kakakku untuk pulang ke rumah, mengantarkannya ke tempat peristirahatan terakhir dengan penuh cinta dan haru.