Hidup adalah Pilihan

Penulis: Olce Veronika

Hidup adalah pilihan. Namun, pilihan yang menurut kita benar belum tentu membawa kebahagiaan. Seandainya waktu bisa diputar, mungkin aku tidak akan terperangkap di jeruji besi ini. Gedung yang dikelilingi jeruji membuatku sadar akan semua kesalahanku. “Ya Allah, maafkanlah segala khilafku dan jadikanlah hari esokku lebih baik lagi,” seruku dalam hati yang mencoba tegar.

Dalam hidup, kita selalu dihadapkan pada berbagai pilihan. Ada pilihan untuk berkumpul kembali dengan keluarga, bangkit dari keterpurukan, dan berjuang mewujudkan mimpi. Ada pula pilihan untuk memulai senyuman yang baru, meski pernah terjatuh sedalam-dalamnya. Hatiku selalu bergetar ketika mengingat anak-anakku tercinta. Mereka adalah alasan terkuatku untuk tetap bertahan dan berusaha bangkit kembali. Senyum mereka menjadi penyemangat di tengah gelapnya hari-hariku di sini.

Aku menyadari, hidup adalah perjalanan yang penuh ujian. Kita diberi kesempatan untuk memilih jalan yang baik atau buruk. Kesalahan masa lalu memang tak bisa dihapus, tapi masa depan masih bisa diperjuangkan. Dan di sinilah aku, menatap masa depan dengan harapan. Hidup memang adalah pilihan—dan kali ini, aku memilih untuk bangkit.

 

Komentar
Silakan login untuk menulis komentar.
Belum ada komentar.