Penulis: Dinda Tri Meysha
Saya adalah putri bungsu yang menjadi harapan Ibu saya. Dulu, saya sempat berkuliah, tetapi memutuskan untuk berhenti karena keterbatasan dalam mengontrol emosi yang tidak stabil. Hingga kini, saya menyesali perbuatan yang saya lakukan, karena perbuatan ini membuat harapan Ibu kepada saya pupus seketika.
Dalam proses muhasabah panjang yang saya lakukan di tempat ini, saya masih menggenggam harapan untuk bisa melanjutkan perkuliahan setelah keluar dari sini. Saya masih ingin mewujudkan harapan yang sempat pupus itu.
Saya hanya ingin kalian mengetahui, bahwa jangan pernah membiarkan waktu dan peluang yang ada hilang sia-sia hanya karena satu kesalahan yang dilakukan. Berpikirlah sebelum bertindak. Melihat Ibu saya yang menjadi single parent dan berupaya menghidupi kami dua bersaudara, rasanya sedih karena belum ada yang bisa kami berikan dan banggakan untuk Ibu. Saya berharap, Tuhan masih memberi saya jalan dan kesempatan untuk bisa membahagiakan dan membuat Ibu bangga. Aamiin.